News & Event

Adhi Karya Gandeng Perum PPD sediakan Shuttle Bus

easterngreenbekasi.net – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menggandeng Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) untuk mengintegrasikan sistem transportasi dengan menyediakan shuttle bus di kawasan LRT City.

Ilustrasi
Ilustrasi

Melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel, ADHI menawarkan salah satu solusi atas problem perkotaan di Jakarta dan sekitarnya dengan menghadirkan LRT City.

LRT City merupakan kawasan hunian dan komersial yang terintegrasi dan terkoneksi langsung dengan sistem transportasi massal light rail transit (LRT) Jabodebek.

LRT City mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata campuran (mixed-use), maksimalisasi penggunaan angkutan massal LRT dengan dilengkapi jaringan prasarana pejalan kaki dan sepeda.

Untuk mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi itu dilakukan penandatanganan kerjasama antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) yang diwakili Direktur Utama ADHI, Budi Harto dengan Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) yang diwakili Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa di Jakarta, Rabu (22/3).

Kerjasama kedua BUMN itu merupakan bagian dari Program BUMN Hadir Untuk Negeri yang meliputi dua hal, yaitu kerjasama pengembangan lahan milik Perum PPD di Ciracas dan pengadaan shuttle bus yang akan menghubungkan setiap kawasan yang dikembangkan ADHI dengan fasilitas umum lainnya.

Direktur Utama ADHI, Budi Harto mengatakan bahwa dalam upaya memberikan kemudahan bagi penghuni kawasan LRT City, ADHI akan mengintegrasikan sistem transportasi kawasan LRT City dengan beberapa fasilitas publik lainnya.

“Oleh karena itu, kami menjalin kerjasama dengan Perum PPD untuk pengadaan shuttle bus sehingga masyarakat yang tinggal di kawasan LRT City memiliki pilihan moda transportasi untuk menghubungkan kawasan LRT City dengan simpul-simpul bisnis lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa menegaskan bahwa nantinya di setiap stasiun LRT akan ada shuttle bus yang dilayani oleh Perum PPD. “Kerjasama ini merupakan bentuk sinergitas antar BUMN,” ujarnya.

Menurut Pande, Perum PPD turut berperan dalam pembangunan TOD dengan menyediakan angkutan yang akan melayani kawasan LRT City berupa bus dengan tarif ekonomis dan prasarana terminal yang modern (premium class).

Layanan tersebut tentunya akan menunjang konsep TOD yang sedang dikembangkan oleh ADHI.

Kawasan Ciracas merupakan salah satu kawasan LRT City yang akan dikembangkan oleh ADHI bekerja sama dengan Perum PPD.

Di kawasan tersebut, Perum PPD memiliki lahan seluas sekitar 5,3 ha yang bersebelahan dengan lahan milik ADHI dengan luas 6,2 ha.

Lahan tersebut kelak akan dikembangkan menjadi salah satu kawasan LRT City dengan total nilai investasi sebesar Rp 3,2 triliun yang akan dilengkapi dengan fasilitas Ciracas Shuttle Bus Terminal (CSBT).

Budi Saddewa Soediro, Direktur Operasi II ADHI mengharapkan dengan perpaduan moda antara LRT dengan bus dalam kawasan ini akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna transportasi massal. “Sinergi BUMN antara kedua belah pihak juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan,” kata Budi Saddewa.

Amrozi Hamidi, General Manager Departemen TOD & Hotel menambahkan bahwa ADHI memiliki beberapa lahan yang berlokasi di titik nol kilometer stasiun LRT dan akan dikembangkan menjadi kawasan hunian dan komersial.

“Ini merupakan solusi yang kami tawarkan kepada masyarakat urban agar dapat memperoleh hidup yang lebih berkualitas dan terbebas dari masalah kemacetan yang semakin parah,” tuturnya.

Dalam beberapa tahun mendatang, kata Amrozi, kawasan yang diberi nama “LRT City” ini akan menjadi alternatif bagi masyarakat urban yang mencari hunian dengan kemudahan akses transportasi.

ADHI kini sedang mengembangkan kawasan LRT City di enam lokasi dengan total luas tanah mencapai mendekati 50 ha dan total nilai investasi mencapai kurang lebih dari Rp12 triliun.

Kawasan yang kini dikembangkan terdiri dari 16,9 ha di Eastern Green Bekasi, 14,8 ha di Royal Sentul Park Bogor, di Jaticempaka seluas 5,1 ha, The Boutique Bekasi Barat seluas 0,47 ha, di daerah Cikoko seluas 1,2 ha, serta 11,5 ha di Ciracas.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mengharapkan pembangunan di kawasan tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi terutama di sektor properti.

sumber : tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 
phone